Sindrom Pra Haid

sindrom-pra-haid-toko-herbal-abeWanita sering dianggap sebagai makhluk yang lemah jika dipandang dari segi fisiknya. Hal ini karena wanita yang sudah dewasa (akil balig) harus mengalami kodratnya sebagai kaum wanita, yaitu siklus bulanan (manstruasi/haid). Apakah karena ini maka menjadikan wanita rentan fisiknya? Bisa jadi seperti itu, walaupun kalau dipandang dari segi psikisnya, kaum wanita “kadang lebih kuat” dari pada kaum pria. Kondisi apa saja yang menyebabkan gangguan saat wanita harus kedatangan tamu bulanannya ini? Apakah ada hubungannya dengan asupan makanan? Mari kita lihat ulasan dibawah ini:

Gangguan-gangguan yang terjadi pada wanita dewasa khususnya gangguan Sindrom Pra Haid atau Premenstrual Syndrome (PMS) seperti gangguan saat menstruasi, gangguan pencernaan, sakit kepala, gangguan kulit, seringkali timbul bersamaan dan seringkali tidak diketahui penyebabnya.

Ternyata gangguan tersebut timbul bersamaan dengan tanda dan gejala alergi lainnya yang timbul. Para ahli berpendapat bahwa saat dilakukan eliminasi atau pengurangan terhadap makanan tertentu, maka akan mengurangi berat ringannya beberapa tanda dan gejala Sindrom Pra Haid (PMS). Tetapi ahli lain mengatakan bahwa alergi makanan tidak berkaitan dengan keluhan PMS. Gangguan tersebut ternyata seringkali terjadi pada penderita alergi usia dewasa. Sayangnya berbagai gangguan tersebut oleh penderita atau bahkan dokter sekalipun sering dianggap manifestasi yang berbeda dan dianggap gangguan yang tersendiri dan terpisah. Setelah dicermati dan diamati, ternyata beberapa gejala tersebut merupakan masalah kesehatan. Saat dilakukan eliminasi provokasi makanan, ternyata berdampak pada pengurangan gejala.

Gejala Sindrom Pra Haid

Sindrom pra haid atau Premenstrual Syndrome (PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Sekitar 80% hingga 95% wanita pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu kehidupannya. Datangnya gejala tersebut dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya. Pada sekitar 14% perempuan antara usia 20 hingga 35 tahun, Sindrom Pra Haid dapat sangat hebat pengaruhnya sehingga mengharuskan mereka beristirahat dari sekolah atau kantornya. Sekitar 40% wanita berusia 14 – 50 tahun (menurut suatu penelitian) mengalami Sindrom Pra Haid. Bahkan survai tahun 1982 di Amerika Serikat menunjukkan, PMS dialami 50% wanita dengan sosio ekonomi menengah yang datang ke klinik ginekologi.

Sindrom Pra Haid (PMS) memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid. Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, penyebabnya adalah hormon estrogen yang berlebihan. Para peneliti melaporkan, salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Sindrom ini biasanya lebih mudah terjadi pada wanita dengan riwayat alergi. Penderita juga lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid. Akan tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya PMS.

penyebab-pms-toko-herbal-abe

Pertama, wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima).

Kedua, status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum).

Ketiga, usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 – 45 tahun). Keempat, stres (faktor stres memperberat gangguan PMS).

Sindrom Pra Haid (Premenstrual Syndrome – PMS) adalah sekumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul kembali di setiap periode menstruasi. Sindrom Pra Haid juga merupakan sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, dialami 7-10 hari menjelang menstruasi dan menghilang beberapa hari setelah menstruasi. Keluhan yang dialami bisa bervariasi dari bulan ke bulan. Bisa menjadi lebih ringan ataupun lebih berat dan berupa gangguan mental (mudah tersinggung, sensitif) maupun gangguan fisik.

Diperkirakan kurang lebih 85% wanita usia produktif antara usia 25-35 tahun mengalami satu atau lebih gejala dari PMS. Hanya 2% sampai dengan 10% menunjukkan gejala PMS berat. Menurut penelitian, hampir 80% wania mengalami gejala PMS setiap bulan. Gejala Sindrom Pra Haid ini paling sering terjadi pada perempuan yang berusia sekitar 20 hingga 40-an tahun. Gejala PMS sangat bervariasi antara satu perempuan dengan perempuan lainnya. Gejala PMS biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari sebelum menstruasi, meskipun beberapa perempuan terkadang mengalami gejala-gejala tersebut sampai siklus menstruasi berakhir.